Pengertian dan Contoh Operator Penambahan dan Pengurangan C++

Tags

Pengertian dan Contoh Operator Penambahan dan Pengurangan - belajar C++

Masih berkaitan dengan operator pemberi nilai, Borland C++ menyediakan operator penambah dan pengurang. Dari contoh penulisan operator pemberi nilai sebagai penyederhanaannya dapat digunakan operator penambah dan pengurang.

Pengertian Increment Dan Decrement Operator
Penambahan dan pengurangan atau bisa juga Penaikan dan Pengurangan atau dalam bahasa inggris Increment and Decrement Operator. Beberapa exspresi dapat dipersingkat dan bahkan bisa lebih dipersingkat, seperti halnya operator ini. Increment adalah penambahan atau peningkatan operator dengan (++) adalah  suatu variable yang akan bertambah dengan nilai 1, dan decrement adalah pengurangan atau penurunan operator dengan (--) adalah  suatu variable yang akan berkurang dengan nilai 1.

Baca juga : Macam-macam dan Contoh Operator C++

Tabel Operator Penambahan dan Pengurangan
Operator
Keterangan
++
Penambahan
--
Pengurangan

Penggunaan
  • X = X + 1 disederhanakan menjadi X++
  • X = X – 1 Disederhanakan menjadi X-- 

Untuk peletakan, “++” atau “--” dapat diletakan di depan atau di belakang variabel
--X atau X--
++X atau X ++
Keterangan
  • Penambahan : menambahkan 1 ke nilai variabel, prefix (++A) atau postfix (A++)
  • Pengurangan : menambahkan 1 ke nilai variabel, prefix (--A) atau postfix (A--)

Perbedaan Posisi pada Penulisan Notasi
  • ++X, Nilai variabel X dinaikan dahulu sebelum diproses.
  • X++, Nilai variabel X diproses dahulu sebelum dinaikan.


Contoh Proses :
Penambahan 
Int x=5
y = ++x
output = Nilai saat ini : y = 6, x = 6

Int x=5
y = x++
output = Nilai saat ini : y = 5, x = 6


Pengurangan 
Int x=5
y = --x
output = Nilai saat ini : y = 4, x = 4

Int x=5
y = x--
output = Nilai saat ini : y = 5, x = 4


Contoh 1 :
/* Penggunaan Notasi Didepan Variabel*/
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main( )
{
   int a = 10, b = 5;
   clrscr( );
   printf("Nilai A = %d", a);
   printf("\nNilai ++A = %d", ++a);
   printf("\nNilai B = %d", b);
   printf("\nNilai --B = %d", --b);
   getch( );
}

Contoh 2 :
/* Penggunaan Notasi Dibelakang Variabel*/
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
main( )
{
   int a = 10, b = 5;
   clrscr( );
   printf("Nilai A = %d", a);
   printf("\nNilai ++A = %d", a++);
   printf("\nNilai A = %d", a);
   printf("\nNilai B = %d", b);
   printf("\nNilai --B = %d", b--);
   printf("\nNilai B = %d", b);
   getch( );
}

Contoh 3 :
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
main()
{
   int x=5;
   cout<<"Increment ++x"<<endl;
   cout<<"x = "<<x<<endl;
   cout<<"x = "<<++x<<endl;
   cout<<"x = "<<x<<endl;
   x=5;
   cout<<"Increment x++"<<endl;
   cout<<"x = "<<x<<endl;
   cout<<"x = "<<x++<<endl;
   cout<<"x = "<<x<<endl;
   getch();
}

Cukup sekian dari belajarcpp.com semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua. Mohon maaf atas kekuranganya dan Terima Kasih atas dukungan dan kunjungan anda ke BelajarCPP. Have a nice day.

Last update : 3 Februari 2016


EmoticonEmoticon